Tampilkan postingan dengan label Reproduksi Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reproduksi Wanita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Mei 2014

Cara Mencegah Keputihan Berlebihan

Keputihan sering dianggap ’enteng’ oleh kaum wanita. Padahal pada kondisi tertentu keputihan merupakan ciri-ciri terjadinya penyakit kanker leher rahim atau kanker service yang akan berujung pada kematian. Selain itu, keputihan juga menimbulkan suasana ‘becek’ pada daerah kewanitaan yang akan berujung pada kemandulan dan kehamilan di luar kandungan.
Keputihan fisiologis yang muncul pada wanita biasanya terjadi pada fase sebelum menstruasi, pada beberapa orang pada fase sesudah menstruasi namun cairan yang dihasilkan tidak berlebihan dan pada saat ovulasi diaman yang keluar adalah lendir jernis. Untuk mencegah keputihan berlebihan yang dapat menimbulkan suasana lembab pada daerah kewanitaan, berikut tips yang dapat dilakukan :
1. Menjaga kebersihan daerah vagina, antara lain :
a. Membilas vagina setelah buang air kecil dan besar dengan benar yaitu dengan membilas dari arah depan ke belakang (ke arah anus)
b. Jangan menggunakan sabun untuk membilas vagina karena akan mempengaruhi PH normal sehingga memudahkan kuman berkembang biak
c. Setelah membersihkan daerah kewanitaan, sebaiknya keringkan dahulu dengan handuk kering sebelum menggunakan celana dalam
d. Mengganti celana dalam minimal 2 kali dalam sehari. jika cairan terlalu banyak bisa menggunakan pantiliners namun, tetap diganti setiap 4 jam sekali
e. Saat sedang menstruasi, gantilah pembalut setiap 4 jam sekali karena bakteri pada darah menstruasi dapat naik kembali ke rongga rahim

2. Gunakan celana dalam yang berbahan katun karena mudah menyerap keringat dan cairan tubuh
3. Hindari memakai celana dalam yang terlalu ketat karena menyebabkan daerah kewanitaan berkeringat dan lembab
4. Hindari tukar menukar handuk dan celana dalam dengan teman wanita lain
5. Cuci celana dalam dengan desinfektan. Menyetrika celana dalam saja tidak cukup membunuh kuman yang ada
6. Memperbanyak konsumsi bawang putih
7. Memperbanyak konsumsi air putih
8. Pergunakan rebusan daun sirih untuk membilas daerah kewanitaan

Untuk mengetahui cara pengolahan daun sirih, silahkan buka postingan selanjutnya. Semoga postingan ini bermanfaat bagi para pembaca.

Rabu, 07 Mei 2014

Warna-warna Lendir yang Keluar dari Tubuh

1.    Berwarna Putih
Jika cairan tubuh yang keluar berwarna putih, sebaiknya perhatikan apakah disertai dengan rasa gatal, panas dan bau tak sedap seperti bau nayir. Jika demikian, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis kandungan terdekat atau ke bisan. Namun, normalnya, cairan berwarna putih keluar menjelang dan setelah menstruasi tanpa disertai tanda-tanda yang lainnya seperti di atas.
2.    Berwarna Jernih dan Elastis
Cairan tubuh yang seperti ini merupakan tanda bahwa wanita sedang mengalami masa ovulasi. Awalnya berwarna pekat lama kelamaan akan menyerupai cairan ingus.
3.    Berwarna kuning
Keputihan dengan warna kuning biasanya disebabkan karena bakteri. Yang menyebabkan bakteri ini masuk bisa dikarenakan KB IUD, merokok, menggosok area kewanitaan terlalu kuat dan lama. Namun, anda perlu waspada karena penyakit menular seksual juga ditandai dengan keputihan yang berwarna kuning. Sebaiknya langsung konsultasikan ke Dokter spesialis Kandungan atau Bidan.
4.    Berwarna Coklat
Dalam keadaan normal, keputihan berwarna coklat bisa muncul saat awal kejhamilan atau awal menopause. Namun, jika keluarnya keputihan berwarna coklat disertai dnegan rasa nyeri pada pinggang dan bokong, waji\b diwaspadai adanya gejala kanker service (pembunuh wanita nomer 1, sekirat 2 wanita per jam meninggal karena kanker servic)
5.    Berwarna Abu-abu
Cairan dengan warna abu-abu yang keluar menandakanbahwa dalam organ reproduksi terdapat bakteri yang sangat berbahaya. Dan ada kemungkinan jika saat ini terdapat kanker di dalam tubuh. Warna abu-abu ini tibul desebabkan karena adanya kelebihan hormon estrogen di dalam tubuh.
6.    Berwarna Hijau
Cairan keputihan berwarna hijau jika debit dari cairan ini keluar dengan jumlah besar yang disertai dengan adanya aroma busuk dan nyeri yang berlebih pada organ kewanitaan, anda patut mewaspadainya ini bisa pertanda dari infeksi organ reproduksi. Biasanya penyebab cairan keputihan berwarna hijau adalah adanya infeksi oleh protozoa yaitu Trichomonas vaginalis. Pada tingkatan yang parah anda akan mengalami rasa panas dan gatal di sekitar kewanitaan , kemungkinan ini akan disebabkan oleh Nisseria gonorrhoe atau GO.

Keputihan Abnormal (ciri-ciri keputihan sesuai dengan penyebabnya)


1.    Keputihan yang disebabkan oleh Bakteri
Gardnerella Vaginitismerupakan bakteri vagina yang menyebabkan keputihan. Selain itu, keputihan yang disebabkan oleh bakteri ini akan menimbulkan bau dan cairan berlebih.
Bakteri ini timbul disebabkan seseorang tidak menjaga pola hidup sehat seperti melakukan hubungan intim dengan berganti-ganti pasangan, merokok, vaginal douche, penggunaan alat konstrasepsi yang tidak sehat. Akibat bakteri ini miss.V akan mengalami keputihan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
a.         Mengeluarkan cairan yang berlebihan
b.         Cairan berwarna kuning atau putih
c.         Cairan berbau amis
d.        Cairan tipis dan tidak mengumpal
e.         Nyeri ketika melakukan hubungan seksual
2.    Keputihan yang disebabkan oleh Jamur
Jamur candidas atau monila merupakan jenis jamur yang dapat meginfeksi Miss.V . Jamur jenis ini merupakan jamur ragi yang tumbuh di area Miss.V. Perkembangan jamur candida disebabkan oleh sistem imun yang rendah, penggunaan antibiotik, luka bakar, pola makan, kanker, AIDS. Adapun keputihan yang disebabkan infeksi jamur candida memiliki ciri :
  1. Keluarnya cairan berlebih
  2. Berwarna putih susu
  3. Bentuk cairan sedikit kental
  4. Mengeluarkan bau tidak sedap
  5. Area Miss.V sering mengalami gatal
3.    Keputihan yang disebabkan Parasit
Jenis parasit yang menginfeksi vagina adalah Parasit Trichomoonas. Parasit yang merupakan protozoa patogen yang ditemukan pada saluran genitourinaria manusia yang dapat menular ketika berhubungan seksual, perlengkapan mandi dan bibir kloset yang tidak bersih. Adapun ciri keputihan yang terinfeksi oleh parasit ini adalah sebagai berikut :
  1. Keluarnya cairan yang sangat kental
  2. Cairan berbuih
  3. Berwarna kuning, kehijauan
  4. Berbau
  5. Nyeri pada lubang Miss.V
4.    Keputihan yang disebabkan Virus
Infeksi virus condyloma, herpes,HIV/AIDs dapat menyebabkan keputihan yang menandakan tanda-tanda penyakit kelamin. Adapun ciri-ciri keputihan yang terinfeksi virus adalah :
  1. Mengeluarkan cairan
  2. Munculnya kutil di area Miss.V
  3. Cairan berbau
  4. Cairan berwarna kekuningan, kecoklatan
  5. Timbulnya gatal dan panas



Lendir tubuh

Lendir tubuh
Lendir pada tubuh seorang wanita yang keluar sekitar hari ke 12 – 14 setelah menstruasi disebabkan karena hormon progesterone yang dihasilkan oleh indung telur pada saat ovulasi. Hormon ini merangsang dinding endometrium di dalam rahim sehingga menimbulkan lendir atau biasa disebut keputihan. Fase ini disebut fase sekeresi atau fase pre menstruasi.
Normalnya, lendir yang keluar terjadi  antar 7 – 14 hari menjelang haid berikutnya. atau, saat wanita mendapat rangsangan, kecapekan, kurang minum, dan nutrisi yang tidak seimbang. Lendir normal yang dihasilkan memiliki ciri-ciri :
1.       berwarna jernih sampai kekuningan
2.       tidak menimbulkan bau dan rasa gatal
3.       bentuknya encer namun tidak sampe becek hingga kental namun tidak menggumpal.
Namun, terkadang ada kondisi-kondisi tertentu yang menyebabkan cairan tubuh keluar terlalu banyak, encer, bahkan kental menggumpal. Apalagi jika disertai dengan rasa gatal dan bau yang menyengat. Hal ini merupakan tanda-tanda keputihan abnormal yang disebabkan oleh bakteri, jamur, parasit dan virus.

Untuk mengetahui lebih lengkap tentang ciri dan penyebab keputihan abnormal akan dibahas pada postingan berikutnya.

Selasa, 06 Mei 2014

Menstruasi (bagian 3)

 3.       Siklus Menstruasi
Pada saat lahir alat kandungan belum berkembang. Setelah pancaindra menerima rangsangan, rangsangan tersebut akan diteruskan ke pusat yang diterima oleh hipotalamus dilanjutkan ke hipofise. Melalui sistem fortal hipofise mengeluarkan hormone FSH untuk merangsang folikel dan hormon LH untuk merangsang indung telur. Kedua hormon ini (LH dan FSH) akan bekerja sama merangsang pembentukan hormon estrogen untuk merangsang pembentukan tanda seks sekunder (payudara dan bokong membesar, timbulnya rambut pada kemaluan dan ketiak dll).
Hormon estrogen ini bertindak dominan hingga seorang remaja mengalami haid yang pertama kali (menarche). Pada awal haid, sering terjadi siklus yang tidak teratur. Hal ini disebabkan karena pada saat awal-awal haid tidak terjadi pelepasan telur (anovulatory).
Hormon estrogen yang dihasilkan semakin lama semakin meningkat yang menyebabkan hormon FSH menurun, tetapi hormon LH justru semakin meningkat yang menyebabkan terjadinya proses ovulasi. Fase inilah yang disebut fase proliferasi.

Telur yang dihasilkan akan ditangkap oleh tuba falopii dan akan diberi nutrisi selama 48 jam. Jika pada saat itu terdapat sel sperma yang masuk, maka akan terjadi pembuahan.
Kantong tempat telur dikeluarkan disebut folikel graff. Setelah telur dilepaskan, folikel graf berubah menjadi korpus rubrum kemudian menjadi korpus luteum. Korpus luteum akan merangsang indung telur untuk menghasilkan 2 macam hormon yaitu estrogen dan progesterone. Kedua hormon ini (estrogen dan progesterone) akan merangsang lapisan endometrium (lapisan endometrium sudah dibentuk pada fase proliferasi, pembentukannya dirangsang oleh hormon FSH). Rangsangan hormon estrogenyang kedua  pada endometrium ini menyebabkan terbentuknya cairan. Fase ini disebut fase sekresi atau pramenstruasi.

Jika pada saat ovulasi tidak terjadi pembuahan (pertemuan ovu dan sperma) maka, korpus luteum akan mati yang menyebabkan hormon estrogen dan progesterone yang dihasilkan oleh indung telur lama kelamaan habis. Karena tidak menghasilkan cairan atau sekresi, dinding rahim akan melemah bahkan mati dan terjadilah perdarahan yang disebut menstruasi

Karena estrogen yang dihasilkan habis atau berkurang, hal ini akan merangsang pembentukan hormon FSH yang berfungsi membentuk folikel graf (kantong ovum). Fase ini disebut fase post menstruasi yang terjadi sekitar ± 4 hari setelah haid berhenti.

Ke empat fase ini akan terjadi terus menerus tiap bulannya hingga wanita mengalami menoupouse.


Jumat, 02 Mei 2014

Menstruasi (bagian 2)

 2.       Hormon yang mempengaruhi menstruasi

 
     a)      FSH (follicle stimulating hormone)
   Hormon ini mulai ditemukan pada wanita usia 11 tahun dan jumlahnya terus bertambah hingga dewasa. Namun, pada saat wanita tersebut hamil, jumlah hormon ini akan berkurang.
   b)      LH-ICSH (luteinizing Hormone-Interstitial Cell Stimulating Hormone)
   LH-ICSH menyebabkan penimbunan hormone progesterone. Di samping itu, hormon LH-ICSH bekerja sama dengan hormone FSH membentuk Hormon Estrogen. Namun, saat hormon estrogen yang dibentuk berada dalam jumlah yang cukup besarmaka FSH semakin berkurang, sedangkan LH-ICSH semakin bertambah. Hal inilah yang akan merangsang ovulasi.
c)       Prolactin (LTH =Luteotropin)
Hormone ini ditemukan pada saat wanita mengalami menstruasi, hamil, masa laktasi dan post menopause. Hormone ini berfungsi untuk memulai dan mempertahankan produksi progesterone.

Menstruasi (bagian 1)

1.       Fase Mentruasi
Selama ± 1 bulan dapat terjadi 4 stadium :
a)      Stadium menstruasi
Fase ini berlangsung 4-7 hari, namun kadang ada beberapa wanita yang mengalami haid kurang dari 4 hari atau bahkan lebih dari 7 hari.
Pada fase ini terjadi perdarahan melalui alat kelamin wanita yanag merupakan pelepasan endometrium dan lendir dari dalam rahim.
 Jika darah haid itu banyak akan banyak bekuan-bekuan yang disebabkan karena framen yang tidak mencukupi untuk mengencerkan darah haid. Begitu pun sebaliknya saat darah yang keluar sedikit darah cenderung cair karena framen sangat cukup untuk memencairkan darah haid.
Dalam kondisi normal darah haid yang dihasilkan oleh seorang wanita yang masih dalam masa reproduksi ± 50 cc.
b)      Stadium post menstruasi
Pada fase ini terjadi penebalan kembali dinding rahim oleh endometrium. Biasanya berlangsung ± 4 hari.
c)       Stadium intermenstruasi atau proliferasi
Fase ini pada beberapa wanita memiliki perbedaan. Tergantung lamanya siklus haid. Jika seseorang memiliki siklus haid 28 hari, fase ini akan berlangsung pada hari ke 5 sampai hari ke 14 dari hari pertama haid.
d)      Stadium pramenstruasi atau sekresi
Stadium ini berlangsung 14 hari menjelang hari haid berikutnya. Pada semua wanita siklus ini memiliki rentang  waktu yang sama. 1 hari sebelum siklus ini adalah masa ovulasi atau pembuahan.

Kamis, 01 Mei 2014

Penyakit Menular Seksual


Selain bisa menyebabkan penyakit yang nantinya akan membunuh diri kita, pergaulan bebas juga bisa menyebabkan kehamilan yang tidak dikehendaki, hilangnya masa depan karena putus sekolah dan dikucilkan oleh masyarakat. 
Pengetahuan tentang penyakit menular seksual yang disebabkan oleh pergaulan bebas mungkin sudah banyak diketahui oleh masyarakat umum. namun, sebagian besar dari mereka cenderung acuh sehingga semakin hari penyebarannya semakin meningkat. 
Berikut adalah sebagian kecil dari penyakit yang bisa ditimbulkan oleh hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan :
a.       Gonore
Penyakit gonore paling banyakdijumpai dalam jajaran penyakit hubungan seksual, anamun mudah diobati. Tetapi, bila terlambat atau pengobatan yang kurang tepat dapat menimbulkan komplikasi yang fatal. Penyebabnya adalah neisseria gonorhoe, bakteri diplokokus berbentuk buah kopi. Masa inkubasi (waktu sebelum terjadi gejala) berkisar antara 3-5 hari setelah infeksi.
1)      Infeksi pada pria
Gonore dapat menyebabkan uretritis gonore anterior akuta atau kencing nanah. Gejala umunya adalah rasa gatal dan panas di ujung kemaluan rasa sakit saat kencing dan banyak banyak kencing. Diikuti pengeluarran nanah di ujung kemaluan bahkan bercampur darah. Ujung kemaluan merah, bengkak menonjoldan saat dipijat akan mengeluarkan nanah.
2)      Infeksi pada wanita
Pada wanita, yang terkena infeksi pertama adalah mulut rahim atau servisitis. Gejala klinis yang ditimbulkan adalah rasa nyeri pada daerah punggung, mengeluarkan keputihan encer seperti nanah, pada pemeriksaan servik terlihat berwarna merah, bengkak dan terjadi perlukaan. Saat sudah menyebar akan timbul gejala lanjut seperti sakit saat kencing, banyak kencing dan kencing bercampur nanah.
Bahkan pada ibu hamil, penyakit ini bisa menyerang pada bayi saat dilahirkan melalui jalan lahir yaitu 'ofthalmia neonatorum'
[sangat disayangkan kalau bayi yang tak berdosa juga bisa kena imbas kesalahan kita :'( ]
b.      Sifilis
Penyakit sifilis disebabkan oleh treponema pallidum dan menyerang semua organ tubuh. Bahkan pembuluh darah, jantung, otak dan susunan saraf hingga menyebabkan kelainan bawaan janin jika penderita sedang mengandung.
Masa inkubasinya sekitar 10 – 90 hari. Gejala yang ditimbulkan terdapat perlukaan di tempat infeksi sehingga terjadi pemadatan sel darah putih yagn selanjutnya mengelupas dan menimbulakn perlukaan baru dengan cirri permukaan bersih, berwarna merah, kulit sekitarnya tidak terjadi peradangan dan pembengkakan bahkan tidak ada rasa nyeri.
Penemuan penicillin sangat menguntungkan karena menjadi obat khas untuk penyakit ini.
c.       Trikomoniasis
Trikomoniasis adalah infeksi alat genital wanita atau pria yang disebabkan oleh trichomonas vaginalis.
1)      Trikomoniasis pada wanita
Terdapat gejala adanya lender vagina yang banyak dan berbusa bercampur nanah. Terdapat perubahan warna lendir menjadi kuning atau kuning hijau dan berbau khas. Pada infeksi menahun lendir yang dikeluarkan tidak pernah kering, lendir berwarna putih kuning, berbau dan gatal bahkan terjadi ketidaknyamanan dalam hubungan seksual (dispareunia).
2)      Trikomoniasis pada pria
Infeksi trikomoniasis pada pria menimbulkan gejala ringan yang sulit ditegakan.
Karena penyakit trikomoniasi digolongkan penyakit hubungan seksual sehingga perlu diberikan pengobatan bersama artinya baik wanita maupun pria harus mendapatkan perawatan.
d.      Herpes simpleks
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe II. Gejala klinisnya adalah badan panas, cepat lelah dan nafsu makan berkurang. Pada genital terjadi vesikel di atas kulit, kulit tampak basah dan merah. Masa inkubasinya sekitar 3 minggu.